Lenovo

Pengguna Moto Mod capai 40%, What's Next ?


Bagaimana masa depan dari smartphone modular ? untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa melihat beberapa vendor terkemuka yang mencoba terjun dalam konsep modular seperti Google Projetc Ara, dan LG G5. Seperti yang diketahui, Google sudah memberhentikan Project Ara dan LG G5 yang kurang mendapat respon dari konsep modular yang ditawarkan.

Yang masih setia dan konsisten adalah Lenovo dengan smartphone modular mereka yaitu Moto Z family. Menurut riset Motorola, Pengguna Moto Mods mencapai 40% dengan rata-rata 2 mods per pengguna. Perusahaan juga mencatat bahwa speaker JBL dan Incipio baterai power pack digunakan rata-rata selama dua jam sehari. Angka yang cukup lumayan mengingat perjalanan Moto Mods yang baru setengah tahun.

Terus bagaimana dengan kelanjutan Moto Mods ini ? Apakah ini hanya sebuah trend atau akan berkelanjutan ?
Motorola tampaknya tertarik untuk mengembangkan nya Program Moto Mods sekedar sebuah trend yang lewat. Motorola VP Jan Huckfeldt mengatakan, "Kami benar-benar berkomitmen untuk ini bagian dari inovasi," mencatat bahwa faktor bentuk masa depan Moto Z ponsel dan antarmuka hardware akan identik dengan lineup saat ini, memastikan bahwa Mods akan terus bekerja dengan ini berbagai perangkat untuk beberapa tahun ke depan.

Untuk mengembangkan ekosistem Moto Mods, Motorola menggelar berbagai event seperti Indiegogo Moto Mods Challange dan Moto Collide hackathon in India yang mengajak Developer untuk mengembangkan ide mereka menjadi sebuah mods yang mengagumkan.


Motorola sendiri memberikan bantuan kepeada Developer untuk mewjudkan ide mereka dengan bantuan teknis, kolaborasi desain, manufactur atau pemasaran usaha. Selain itu, Motorola dalam waktu dekat berencana membuka Mods Store untuk menampilkan semua Mods yang sudah disertifikasi oleh Motorola. Sebelumnya, Lenovo berkomitmen untuk merilis sedikitnya empat mods per kuartal, tidak termasuk dengan Mods yang dikembangkan oleh pihak ketiga.

Program Moto Mods memiliki peluang sukses yang lebih besar karena pendekatan pelanggan Motorola : Berikan sebuah smartphone kepada pengguna yang berkerja, tawarkan pilihan tambahan fungsionalitas dan waktu pilihan.Selain itu, tidak seperti LG G5  yang mengharuskan Anda untuk mematikan telepon dan memasukannya dari bawah dengan cara bongkar pasang, Moto Mods hanya perlu ditempel ke body belakang dengan magnet tanpa harus mematikan smartphone mereka. Pengguna lebih suka yang cara yang praktis.

Tentu saja, hal itu masih harus dilihat apakah Motorola benar-benar dapat mempertahankan minat di kalangan konsumen, Developer hardware dalam konsep modular. Kendala terbesar dari Moto Mods adalah menghadirkan harga yang ditawarkan. Untuk Sebuah Mods Hasselblad dan InstaShare Projector ditawarkan dengan harga 3juta lebih. Tentunya akan berat bagi pengguna kebanyakan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa ini hanyalah awal dari rencana ambisius Motorola dan sampai saat ini Motorola telah melakukan pekerjaan bagus untuk konsep moto mods. Jika Motorola bisa terus merilis smartphone moto mods compatible dengan variasi yang banyak, mengembangkan ekosistem Moto Mods, meyakinkan pelanggan, Besar keumgkinan Motorola bisa suskes dengan konsep modular Moto Mods.


About Kabar Lenovo

Kabar Lenovo
Technopreneur, Formerly computer technician, Fans of Lenovo products, High interest of technology and its industry, Love to analyze something

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.