Laptop

Tutorial upgrade SSD, pasang HDD Caddy dan backup lisensi Windows original

SSD dapat memberikan kinerja yang cukup signifikan di sistem komputer, banyak pabrikan SSD mengklaim kalau kecepatan SSD bisa mencapai 10x dari kecepatan hard disk mekanis biasa. Dengan menggunakan SSD, waktu booting windows bisa lebih cepat, copy data juga akses software juga lebih gegas, dan manfaat lainnya.

Berbicara mengenai harga, SSD saat ini juga sudah mulai murah, SSD kapasitas 120GB bisa ditebus dengan harga 400-450rb, untuk yang 240GB harganya sekitar 600-650rb. Sedangkan harga Hdd caddy sekitar 75-100rb. Upgrade ini menjadi solusi yang sangat menarik buat kalian yang ingin meningkatkan kinerja laptop tanpa merogoh kocek lebih dalam, mengingat saat ini kurs dollar sedang tinggi yang mengakibatkan harga elektronik menjadi lebih mahal.

Disini kita akan membahas tutorial cara mengupgrade dari hard disk ( selanjutnya akan disebut dengan HDD ) ke SSD dan memasang HDD lama ke HDD caddy di slot DVDRW, yang mana opsi ini bisa menambah ruang penyimpanan di laptop/komputer kalian.

Dua opsi upgrade HDD ke SSD
1. Upgrade HDD ke SSD dengan memindahkan HDD lama ke HDD caddy ( Laptop memiliki slot DVDRW ).
2. Upgrade HDD ke SSD saja tanpa perlu HDD caddy ( Laptop tidak memiliki slot DVDRW ).

Berikut ini laptop dan alat lainnya sebagai uji coba
upgrade ssd kingston dan pasang hdd caddy
1. Laptop Lenovo V110-14AST dengan ukuran DVDRW sebesar 9mm
2. Kingston SSD A400 120GB
3. HDD caddy 9mm sata to sata
4. Sandisk flash disk 16GB
5. Software Easeus todo backup free, download disini

Note :
Untuk laptop yang masih memiliki garansi, disarankan untuk memasang SSD di Lenovo Service Center. Namun apabila ingin memasang sendiri silahkan terlebih dahulu mengecek apakah part SSD termasuk dalam komponen CRU ( Customer Replacable Unit ) sebagai syarat untuk bisa memasang sendiri. Garansi masih berlaku apabila part tersebut termasuk komponen CRU, namun Lenovo tidak bertanggung jawab apabila ada kerusakan pada saat melakukan upgrade ( garansi hilang )

Langsung kita mulai,
1. Upgrade HDD ke SSD dengan memindahkan HDD lama ke HDD caddy
Yang pertama kita harus lakukan adalah mengetahui ukuran tinggi dari DVDRW di laptop kita.
Ada beberapa vendor laptop yang menyertakan informasi spesifikasi ukuran DVDRW namun apabila dalam spesifikasi laptop tersebut tidak disebutkan bisa dialakukan dengan cara lain. Silahkan buka baut laptop yang berada di tengah, setelah itu tarik perlahan di bagian kanan laptop agar DVDRW  bisa dilepas dengan mudah ( karena apabila ditarik dari tengah atau sebelah kiri bisa mengakibatkan lepasnya cover depan DVDRW tersebut ).
Setelah dibuka silahkan ambil penggaris untuk mengukur tinggi dari DVDRW tersebut atau bisa langsung search di google, merk dan jenis dari dvdrw tersebut.

Memasang SSD dan HDD caddy di Laptop
Sebelum kita memasangnya, disarankan untuk laptop yang memiliki baterai internal untuk mematikannya terlebih dahulu di BIOS. Caranya untuk laptop Lenovo silahkan tekan Fn+F1 / Fn+F2 beberapa saat setelah laptop dinyalakan. Untuk merk lain, silahkan cari informasinya di Google.

Setelah masuk BIOS, masuk ke tab "config" pilih "disable built in battery" tekan enter dan pilih yes. Laptop otomatis akan mati dan sudah aman untuk melakukan penggantian komponen. Laptop akan bisa nyala lagi setelah kita mencolokkan power adaptor ke stop kontak.

Berikut langkah-langkahnya :
1. Buka baut tengah dari laptop untuk melepas DVDRW.
2. Setelah itu, buka semua baut yang ada.
3. Buka cover bawah laptop secara perlahan menggunakan paddle kecil segitiga atau kartu yang agak tebal bisa kartu debit, kartu bekas simcard, dll.
4. Lepas kabel USB yang menempel di atas cover hard disk.
5. Lepas baut pengait HDD yang menempel di rangka laptop.
6. Tarik hard disk ke arah kiri untuk melepaskan dari rangka laptop

7. Lepas keempat baut yang terpasang di cover hard disk
8. Pasang SSD di cover hard disk tersebut, baut dan pasang kabel kembali seperti semula
9. Tutup cover bawah laptop dan pasang baut kembali seperti semula

Memasang HDD lama kedalam HDD caddy
1. Masukkan HDD lama ke slot HDD caddy, sesuaikan dengan konektor slot sata. Dorong HDD bisa dari bawah dan dorong sedikit keatas secara perlahan dan hati2.
2. Baut di empat lubang HDD caddy tersebut, pastikan baut tersebut sudah mengunci dengan cukup kuat.
3. Buka cover depan dari DVDRW kemudian pasang di HDD Caddy.

4. Masukkan HDD Caddy tersebut ke dalam lubang slot DVDRW, pasang baut DVDRW.


Setelah semua selesai dikerjakan, langkah selanjutnya adalah mengecek apakah penggantian SSD dan HDD caddy tersebut sudah benar.
1. Masuk Bios, cek bagian Boot Windows apabila terdapat dua hard drive baru ( SSD dan HDD lama ) bisa dipastikan penggantian tersebut sudah benar.
2. Pilih HDD lama untuk melakukan boot Windows 
3. Setelah masuk Windows, klik kanan windows start panel, pilih "disk management"
4. Windows akan mendetect SSD baru, pilih GPT klik yes

Kloning Sistem Windows lama di HDD ke SSD
1. Buka software Easeus todo backup free
2. Pilih "System Clone"

3. Pilih SSD sebagai target kloning Windows

4. Klik "Advanced Options"
5. Pilih/Check "Optimize for SSD" klik OK

6. Klik Proceed untuk melakukan proses kloning
7. Tunggu proses hingga selesai

Sampai disini prosesnya sudah selesai semua, kali ini kita menggunakan windows yang berada di SSD. Untuk itu, kita harus memilih SSD sebagai drive pertama. Caranya adalah
1. Masuk BIOS, Caranya untuk laptop Lenovo silahkan tekan Fn+F1 / Fn+F2
2. Pilih SSD Kingston sebagai boot priority utama / pertama
3. Laptop akan menampilkan Windows dari SSD

Untuk melihat proses secara keseluruhan, silahkan cek video tutorialnya secara lengkap


2. Upgrade HDD ke SSD saja tanpa perlu HDD caddy
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membackup sistem Windows dan membuat emergency disk yang nantinya dibutuhkan pada saat restore backup windows ke SSD.

Backup Sistem Windows
1. Buka software easeus todo backup free.
2. klik backup system image.
3. Tentukan lokasi penyimpanan file image backup.
4. klik proceed untuk memulai backup.
5. Tunggu hingga proses backup selesai.
6. Colokkan flash disk ke laptop, klik "tools" kemudian klik "create emergency disk".
7. Terdapat pilihan boot location, pilih yang ditengah atau flash disk.
8. Klik create untuk memulai proses pembuatan emergency disk.
9. Klik "YES" apabila ditengah proses diminta untuk melakukan format flash disk, tunggu hingga       proses selesai.
10. Copy file image backup tersebut ke flashdisk yang lain ( format NTFS ) dikarenakan hasil dari emergency boot disk tersebut berformat FAT32 yang tidak bisa memuat file lebih dari 4GB, sedangkan file image backup biasanya cukup besar, lebih dari 4GB.
Kalian tidak perlu copy file image backup tersebut apabila file image backup tersebut berada di HDD lama dan HDD tersebut dipasang kabel USB / case sebagai HDD external sebagai pengganti flashdisk.

*Skip langkah ini apabila kalian hendak mengupgrade HDD ke SSD dan memindahkan HDD lama ke slot DVDRW

Restore Sistem Windows
1. Pasang flashdisk yang sudah berisi "emergency disk" ke port USB laptop.
2. Pasang flashdisk kedua / HDD external yang berisi file image backup windows.
2. Set flashdisk "emergency disk" sebagai priority boot order utama pertama di BIOS.
3. Apabila boot berhasil, Software Easeus todo backup free akan tampil .
4. Klik "browse for recovery"

2. Cari file image backup windows yang sudah kita bikin di flashdisk kedua atau HDD external, setelah itu klik OK

3. Klik "Advanced option" pilih/check "optimize for SSD" dan "sector by sector recovery" setelah itu klik OK

4. Pilih target recovery yaitu SSD yang baru dipasang, kemudian klik "proceed"

5. Tunggu proses hingga selesai
6. Setelah proses selesai, masuk ke BIOS pilih SSD sebagai priority boot order utama/pertama.
7. Apabila tidak ada masalah, laptop akan berhasil menjalankan Windows di SSD.

Note :
Apabila SSD dirasa masih kurang cepat, kalian bisa gunakan fitur trim di software seperti mini tool partiton wizard

Lisensi windows original
Dengan membackup system windows, kalian tidak perlu khawatir akan masalah lisensi windows original. Dengan menggunakan cara ini, lisensi windows original tetap valid dan tentunya aman. Kalian bisa cek online di website Microsoft  atau bisa melalui command prompt,

ketik cmd di kolom run dan ketik slmgr /xpr tekan enter

Silahkan share apabila artikel ini bermanfaat,

Follow Social Media KabarLenovo untuk mendapatkan info terbaru
Twitter : https://twitter.com/kabarlenovo?lang=en
Instagram : https://www.instagram.com/kabarlenovo/
Kaskus : https://www.kaskus.co.id/profile/8186781






About Kabar Lenovo

Kabar Lenovo
Technopreneur, Formerly computer technician, Fans of Lenovo products, High interest of technology and its industry, Love to analyze something

2 comments:

  1. maaf, apakah ini mengcopy file windows saja, atau termasuk program-program yang terinstal di dalamnya?

    BalasHapus
  2. Artikelnya bagus gan, saya juga pernah mengganti HDD ke SSD di laptop Lenovo Ideapad 100s, yang menggunanakan SSD Sata M.2.
    Bisa lihat di sini :) http://znotebookrepair.com/cara-menambah-memasang-harddisk-ssd-Lenovo-Ideapad-100S.html

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.